Assalamualaikum Selamat Pagi semuanya, Kali ini saya Akan Berbagi Makalh Tentang Memory Komputer,
Silahkan Download Makalah Versi Full (pdf) Disini :
Silahkan Download Slide Makalah Versi Full (pdf) Disini :
Priview makalah Versi Blog :
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Pengertian Memory
Memori adalah bagian dari komputer tempat program – program dan
data – data disimpan. Bebarapa pakar
komputer (terutama dari Inggris) menggunakan istilah store atau
storage
untuk memori, meskipun kata storage sering digunakan
untuk menunjuk ke penyimpanan disket. Tanpa sebuah memori sebagai tempat untuk
mendapatkan informasi guna dibaca dan ditulis oleh prosesor maka tidak akan ada
komputer – komputer digital dengan system penyimpanan program.
Beberapa jenis memori adalah :
Ø RAM:
RAM adalah ruang untuk mengolah data dan instruksi yang ditulis atau di baca oleh prosesor, dan bersifat sementara. Slot memori pada motherboard 30pin (kaki).
RAM adalah ruang untuk mengolah data dan instruksi yang ditulis atau di baca oleh prosesor, dan bersifat sementara. Slot memori pada motherboard 30pin (kaki).
Ø EDO-RAM (Extended Data
Out)
EDO-RAM
memiliki fungsi seperti RAM, akan tetapi jenis ini mempunyai kemampuan kerja
sangat tinggi dan cepat dalam membaca dan mentransfer data. Bentuk EDO-RAM
adalah SIMM (Single Inline Memory Module). Slot
memori pada motherboard 72pin.
Ø
SDRAM (Synchronous Dynamic RAM)
SDRAM
adalah memori yang dapat mengases data atau informasi lebih cepat dari EDO-RAM.
Bentuk SDRAM adalah DIMM (Dual Inline Memory Module). Slot memori pada
motherboard 168pin.
Ø
DDR SDRAM (Double Data Rate Synchronous DRRAM)
DDR
SDRAM adalah tipe memori generasi penerus SDRAM, yang memiliki kemampuan dua
kali lebih cepat dari SDRAM. Slot memori yang digunakanDDR SDRAM memiliki
jumlah pin lebih banyak dari SDRAM, yaitu184pin.
Ø
RDRAM (Rambus Dynamic RAM)
RDRAM
adalah sebuah memori berkecepatan tinggi, digunaan untuk mendukung prosesor
Pentium 4.tipe RDRAM menggunakan slot RIMM,yang mirip dengan slot SDRAM.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Memory internal
Memory Internal adalah Memory yang dapat
diakses secara langsung oleh prosesor. Dalam hal ini yang disimpan di dalam
memori utama dapat berupa data atau program. Fungsi dari memori utama sendiri
adalah :
1.
Menyimpan data yang berasal dari peranti masukan sampai data
dikirim ke ALU (Arithmetic and Logic Unit) untuk diproses.
2.
Menyimpan daya hasil pemrosesan ALU sebelum dikirimkan ke peranti
keluaran Menampung program/instruksi yang berasal dari peranti masukan atau
dari peranti pengingat sekunder.
o Jenis - Jenis Memory Internal
1. ROM (Read Only Memory)
Adalah
perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya
hanya dapat dibaca. Jenis memori ini datanya hanya bisa dibaca dan tidak bisa
ditulis secara berulang-ulang. Memori ini berjenis non-volatile, artinya data
yang disimpan tidak mudah menguap (hilang) walaupun catu dayanya dimatikan.
2. RAM (Random Access Memory)
Merupakan
jenis memori yang isinya dapat diganti-ganti selama komputer dihidupkan dan
sebagai suatu penyimpanan data yang dapat dibaca atau ditulis dan dapat
dilakukan secara berulang-ulang dengan data yang berbeda-beda. Jenis memori ini
merupakan jenis volatile (mudah menguap), yaitu data yang tersimpan akan hilang
jika catu dayanya dimatikan.
a) Memory Semi Konduktor
Memory
semikonduktor adalah memory yang
terbuat dari bahan semi konduktor, secara garis besar terbagi menjadi 2 berdasarkan
kemampuan menahan data ketika tidak ada tegangan, yaitu non-volatile memory dan
volatile memory. Non-volatile memory adalah memori yang datanya tidak akan
hilang meski arus listrik mati. Contoh dari memory ini adalah BIOS komputer,
sedangkan volatile memory adalah data yang akan hilang saat arus listrik mati,
misalnya memory RAM.
o Jenis - Jenis Memory Semi Konduktor
§ RAM – Random
Access Memory adalah memory utama pada komputer, tugasnya adalah menyediakan
tempat bagi CPU untuk mengolah data, sifat memory ini adalah volatile, artinya
data tersebut akan hilang pada saat ketiadaan arus listrik. Tujuan utama RAM
adalah kecepatan pengolahan process, data2 yang dieksekusi adalah data
sementara yang harus diolah oleh CPU, bukan untuk menyimpan data secara permanen.
Memory RAM terbagi menjadi beberapa jenisFPM-RAM, EDO-RAM, SDRAM, DDR
(DDR, DDR2, DDR3, DDR4, DDR5), RDRAM (Rambus)
§
ROM – Read Only Memory adalah memory dari keluarga ROM yang
pertama kali ditemukan. ROM diciptakan dengan isi data yang sama sekali tidak
bisa dirubah, keuntungannya data tidak akan mengalami perubahan/hilang meski
arus listrik mati, terkena virus, dll. ROM biasa ditanamkan untuk aplikasi yang
bersifat tetap dan konstan, misal ROM untuk mesin kalkulator, nada ringtone piano, dll.
Kekurangan ROM
adalah tidak fleksibel, tidak bisa diubah, dan tidak cocok untuk kepentingan
R&D (research & development) yang mengharuskan data terus diubah2. Maka
diciptakanlah PROM (Programmable Read Only Memory)
§
PROM – Jika ROM dibuat dengan data yang sudah fix, maka PROM
diciptakan berupa chip kosong, dan dapat diisi dengan cara menembakkan tegangan
tinggi ke dalam ROM untuk mengubah susunan semikonduktor di dalamnya. Berita
buruknya, PROM hanya bisa ditulis 1 x.CD-R termasuk dalam jenis memory PROM
karena hanya bisa ditulis 1 x.
§
EPROM – Erasable Programmable ROM, merupakan pengembangan ROM
untuk menjawab kekurangan PROM. EPROM diciptakan dapat dihapus dengan
menggunakan bantuan sinar Ultra Violet (disebut juga UV-PROM).
Ultraviolet digunakan untuk menyinari EPROM selama beberapa waktu guna mereset
isi dalam EPROM. UVPROM diciptakan dengan sebuah lubang transparan di tengah
chipnya untuk memasukkan cahaya ultraviolet. Memory ini banyak digunakan untuk otak mesin gameboy.
Dimana chipset utama dilindungi semacam gel berwarna gelap. Untuk melindunginya
dari cahaya ultraviolet yang mungkin mengenainya.
§
EEPROM – Electrical Erasable Programmable ROM, adalah tipe ROM
yang dapat ditulis ulang menggunakan media elektrik, tidak lagi menggunakan
ultraviolet untuk mereset datanya. Memory ini disebut juga memory Re-Writable, CD-RW dan DVD-RW adalah
contoh jenis EEPROM. Mesin2 mikrokontroller menggunakan EEPROM untuk menyimpan
konfigurasi program dan data yang bersifat permanen. BIOS juga menggunakan
jenis memory ini. Electrical Alterable PROM (EAPROM/EAROM) adalah jenis EEPROM
yang penulisannya hanya bisa 1 bit dalam 1 waktu, karena sifatnya yang lambat
EAPROM digunakan untuk memory yang jarang / sesekali diubah.
§
Flash
Memory – adalah
memory ROM yang menggunakan kilatan cahaya untuk melakukan operasi baca
tulis. Memory flash saat ini disebut NAND flash, menggunakan mekanismegerbang logika NAND untuk melakukan operasi baca dan
tulis data. Penggunaan flash memory mereduksi ukuran ROM, akses kecepatan
penulisan dan hapus data dengan sangat cepat dan yang terpenting membutuhkan
konsumsi daya yang sangat kecil, jenis flash disk, memory card (MMC, microSD, M2, dll) adalah
contoh dari Flash memory.
b)
Koreksi Error
Dalam melaksanakan fungsi penyimpanan, memori semikonduktor dimungkinkan
mengalami kesalahan. Baik kesalahan
berat yang biasanya merupakan kerusakan fisik memori maupun kesalahan ringan
yang berhubungan data yang disimpan. Kesalahan ringan dapat dikoreksi kembali.
Untuk mengadakan koreksi kesalahan data yang disimpan diperlukan dua mekanisme,
yaitu mekanisme pendeteksian kesalahan dan mekanisme perbaikan
kesalahan. Mekanisme pendeteksian
kesalahan dengan menambahkan data word (D) dengan suatu kode, biasanya bit cek
paritas (C). Sehingga data yang disimpan memiliki panjang D + C. Kesalahan akan
diketahui dengan menganalisa data dan bit paritas tersebut. Mekanisme perbaikan
kesalahan yang paling sederhana adalah kode Hamming. Metode ini
diciptakan Richard Hamming di Bell Lab pada tahun 1950.

Gambar 4.5 Koreksi kesalahan dengan kode Hamming
Perhatikan gambar 4.5, disajikan tiga lingkaran Venn (A, B, C)
saling berpotongan
sehingga terdapat 7 ruang.
Metode diatas adalah koreksi kesalahan untuk word data 4 bit (D =4).Gambar 4.5a
adalah data aslinya. Kemudian setiap lingkaran harus diset bit logika 1
berjumlah genap sehingga harus ditambah bit – bit paritas pada ruang yang
kosong seperti gambar 4.5b.
Apabila ada kesalahan
penulisan bit pada data seperti gambar 4.5c akan dapat diketahui karena
lingkaran A dan B memiliki logika 1 berjumlah ganjil.
Lalu bagaimana dengan word lebih dari 4 bit ? Ada cara yang
mudah yang akan
diterangkan berikut.
Sebelumnya perlu diketahui jumlah bit paritas yang harus ditambahkan untuk
sejumlah bit word. Contoh sebelumnya adalah koreksi kesalahan untuk kesalahan
tunggal yang sering disebut single error correcting (SEC). Jumlah bit
paritas yang harus ditambahkan.
lain pada double error
correcting (DEC). Tabel 4.5 menyajikan jumlah bit paritas yang harus ditambahkan
dalam sistem kode Hamming.
Tabel 4.5 Penambahan
bit cek paritas untuk koreksi kode Hamming

Contoh koreksi kode Hamming 8 bit data
:
Dari tabel 4.5 untuk 8 bit data diperlukan 4 bit tambahan
sehingga panjang seluruhnya
adalah 12 bit. Layout bit
disajikan dibawah ini :

Bit cek paritas ditempatkan dengan perumusan 2N dimana N =
0,1,2, ……, sedangkan bit data adalah sisanya.
Kemudian dengan exclusive-OR dijumlahkan ebagai berikut :

Setiap cek bit (C)
beroperasi pada setiap posisi bit data yang nomor posisinya berisi bilangan 1 pada
kolomnya.
Sekarang ambil contoh suatu
data, misalnya masukkan data : 00111001 kemudian ganti bit data ke 3 dari 0
menjadi 1 sebagai error-nya. Bagaimanakah cara mendapatkan bit data ke 3
sebagai bit yang terdapat error?
Jawab :
Masukkan data pada perumusan cek bit paritas :

Sekarang bit 3 mengalami kesalahan sehingga data menjadi: 00111101

Apabila bit – bit cek dibandingkan antara yang lama dan baru
maka terbentuk syndrom word :

Sekarang kita lihat posisi bit ke-6 adalah data ke-3.
Mekanisme koreksi kesalahan akan meningkatkan realibitas bagi
memori tetapi resikonya
adalah menambah kompleksitas
pengolahan data. Disamping itu mekanisme koreksi kesalahan akan menambah
kapasitas memori karena adanya penambahan bit – bit cek paritas. Jadi ukuran
memori akan lebih besar beberapa persen atau dengan kata lain kapasitas
penyimpanan akan berkurang karena beberapa lokasi digunakan untuk mekanisme
koreksi kesalahan.
c)
Organisasi Dram Tingkat
Lanjut
1.
Enhanced DRAM
Arsitektur DRAM baru yang
paling sederhana è enhanced DRAM (EDRAM)
Dibuat oleh Ramtron [BOND94]. EDRAM
mengintegrasikan cache SRAM yang kecil pada keping DRAM generik.
Memori
akses acak statik (bahasa Inggris: Static
Random Access Memory, SRAM) adalah sejenis memori semikonduktor. Kata "statik"
menandakan bahwa memori memegang isinya selama listrik tetap berjalan, tidak
seperti RAM dinamik (DRAM)
yang membutuhkan untuk "disegarkan" ("refreshed") secara
periodik. Hal ini dikarenakan SRAM didesain menggunakan transistor tanpa
kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga
SRAM tidak membutuhkan refresh periodik. SRAM juga didesain menggunakan desain
cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain ini
membuat SRAM lebih mahal tapi juga lebih cepat jika dibandingkan dengan DRAM.
Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip SRAM kira kira tiga puluh kali
lebih besar dan lebih mahal daripada DRAM. Tetapi SRAM tidak boleh dibingungkan
dengan memori
baca-saja dan memori flash, karena ia merupakan memori
volatil dan memegang data hanya bila listrik terus diberikan.Akses
acak menandakan bahwa lokasi dalam memori dapat diakses, dibaca
atau ditulis dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan lokasi alamat data
tersebut dalam memori. Chip SRAM lazimnya digunakan sebagai chace memori , hal
ini terutama dikarenakan kecepatannya. Saat ini SRAM dapat diperoleh dengan
waktu akses dua nano detik atau kurang , kira kira mampu mengimbangi kecepatan
processor 500 MHz atau lebih.
EDRAM mencakup beberapa
feature lainnya yang dapat meningkatkan kinerja.
2.
Cache DRAM
Cache DRAM
(CDRAM) è dibuat oleh Mitsubishi [HIDA90] = EDRAM.
CDRAM mencakup cache SRAM
cache SRAM yang lebih besar dari EDRAM
(16 vs 2 kb).
3.
Synchronous DRAM
Pendekatan yang
berbeda è meningkatkan kinerja DRAM è synchronous DRAM
(SDRAM)
SDRAM è bertukar data dengan
prosesor yang disinkronkan dengan signal pewaktu eksternal dan bekerja dengan
kecepatan penuh bus prosesor/memori tanpa mengenal keadaan wait.
Dengan menggunakan akses sinkron. DRAM
memindahkan data ke dalam dan keluar di bawah kontrol waktu sistem.
4.
Rambus DRAM
RDRAM è menggunakan pendekatan
terhadap masalah memory-bandwidt yang lebih revolusioner.
Keping-keping RDRAM dikemas secara vertikal
dengan seluruh pin-nya di salah satu sisi.
Bus DRAM khusus memberikan alamat dan
informasi kontrol dengan menggunakan protokol berorientasi blok yang asinkron.
5.
Ram Link
Perubahan yang paling radikal dari DRAM
tradisional è produk Ramlink [GJES92] è dibuat IEEE yang
disebut Scalable Coherent Interface (SCI).
RamLink berkonsentrasi pada interface
prosesor/memori dibandingkan pada arsitektue internal keping DRAM.
RamLink adalah memory interface yang
memiliki koneksi point-point yang disusun dalam bentuk cincin.
B.
Memory Eksternal
Memory Eksternal adalah memori tambahan
yang berfungsi untuk menyimpan data atau program. Dengan kata lain memory ini
termasuk perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan
data, di luar memori utama.
Contoh:
Hardisk, Flash Disk, dan Floppy Disk. Pada dasarnya konsep dasar memori
eksternal adalah Menyimpan data bersifat tetap (non volatile), baik pada saat
komputer aktif atau tidak.
Memori
eksternal mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai penyimpan permanen
untuk membantu fungsi RAM dan yang untuk mendapatkan memori murah yang
berkapasitas tinggi bagi penggunaan jangka panjang.
a)
Magnetic Disk
Magnetic Disk adalah piringan bundar yang terbuat
dari bahan tertentu (logam atau plastik) dengan permukaan dilapisi bahan yang
dapat di magnetasi. Mekanisme baca / tulis yang digunakan disebuthead yaitu
kumparan pengkonduksi (conducting coil) selama operasi pembacaan dan penulisan,
head bersifat stationer sedangkan piringan bergerak-gerak di bawahnya biasanya
yang menggantung diatas permukaan dan tertahan pada sebuah bantalan udara,
kecuali pada flopy disk dimana head disk menyentuh ke permukaan.
Dalam magnetic disk terdapat dua metode layout
data pada disk yaitu Constant Angular Velocity danMultiple
Soned Recording. Disk diorganisasi (permukaan dari piringan dibagi) dalam
bentuk cincin – cincin konsentris yang disebut track atau
garis yang memisahkan atar track seperti gambar dibawah. tiap track dipisahkan
oleh gap, fungsi gap adalah untuk mencegah atau mengurangi
kesalahan pembacaan atau penulisan yang disebabkan melesetnya head atau karena
interferensi medan magnet.
Blok-blok data disimpan dalam disk berukuran
blok yang disebut dengan sector. Track
biasanya terisi beberapa sector, umumnya 10 hingga 100 sector tiap tracknya,
untuk lebih jelas lagi lihat gambar berikut ini :
Contoh dari Magnetic Disk :
- § Harddisk
- Floppydisk
b)
RAID
RAID, singkatan
dari Redundant Array of Independent Disk merujuk kepada
sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk
mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer
(terutama hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik
itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID
terpisah.
Kata “RAID” juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.
RAID merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas. Kerja paralel ini menghasilkan resultan kecepatan disk yang lebih cepat.
Level Raid
RAID dapat dibagi menjadi 8
level yang berbeda, yaitu level 0, level 1, level 2, level 3, level 4, level 5,
level 6, level 0+1 dan 1+0. Setiap level tersebut memiliki kelebihan dan
kekurangannya. :
1. RAID level 0
RAID level 0 menggunakan kumpulan disk dengan striping pada level blok, tanpa redundansi. Jadi hanya menyimpan melakukan striping blok data ke dalam beberapa disk. Level ini sebenarnya tidak termasuk ke dalam kelompok RAID karena tidak menggunakan redundansi untuk peningkatan kinerjanya.
RAID level 0 menggunakan kumpulan disk dengan striping pada level blok, tanpa redundansi. Jadi hanya menyimpan melakukan striping blok data ke dalam beberapa disk. Level ini sebenarnya tidak termasuk ke dalam kelompok RAID karena tidak menggunakan redundansi untuk peningkatan kinerjanya.
2. RAID level 1
RAID level 1 ini merupakan disk mirroring, menduplikat setiap disk. Cara ini dapat meningkatkan kinerja disk, tetapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Pada level 1 (disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hard disk yang lain sehingga bila salah satu rusak , masih tersedia salinannya di partisi mirror.
RAID level 1 ini merupakan disk mirroring, menduplikat setiap disk. Cara ini dapat meningkatkan kinerja disk, tetapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Pada level 1 (disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hard disk yang lain sehingga bila salah satu rusak , masih tersedia salinannya di partisi mirror.
3. RAID level 2
RAID level 2 ini merupakan pengorganisasian dengan error-correcting-code (ECC). Seperti pada memori di mana pendeteksian terjadinya error menggunakan paritas bit. Setiap byte data mempunyai sebuah paritas bit yang bersesuaian yang merepresentasikan jumlah bit di dalam byte data tersebut di mana paritas bit=0 jika jumlah bit genap atau paritas=1 jika ganjil. Jadi, jika salah satu bit pada data berubah, paritas berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error-correction bit pada disk lain.
RAID level 2 ini merupakan pengorganisasian dengan error-correcting-code (ECC). Seperti pada memori di mana pendeteksian terjadinya error menggunakan paritas bit. Setiap byte data mempunyai sebuah paritas bit yang bersesuaian yang merepresentasikan jumlah bit di dalam byte data tersebut di mana paritas bit=0 jika jumlah bit genap atau paritas=1 jika ganjil. Jadi, jika salah satu bit pada data berubah, paritas berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error-correction bit pada disk lain.
4. RAID level 3
RAID level 3 merupakan pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Pengorganisasian ini hampir sama dengan RAID level 2, perbedaannya adalah RAID level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redundan, berapapun jumlah kumpulan disk-nya. Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya menggunakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap disk yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara paralel.
RAID level 3 merupakan pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Pengorganisasian ini hampir sama dengan RAID level 2, perbedaannya adalah RAID level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redundan, berapapun jumlah kumpulan disk-nya. Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya menggunakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap disk yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara paralel.
5. RAID level 4
RAID level 4 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu menggunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah paritas blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jika sebuah disk gagal, blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok-blok data pada disk yang gagal tadi. Kecepatan transfer untuk membaca data tinggi, karena setiap disk-disk data dapat diakses secara paralel. Demikian juga dengan penulisan, karena disk data dan paritas dapat ditulis secara paralel.
RAID level 4 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu menggunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah paritas blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jika sebuah disk gagal, blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok-blok data pada disk yang gagal tadi. Kecepatan transfer untuk membaca data tinggi, karena setiap disk-disk data dapat diakses secara paralel. Demikian juga dengan penulisan, karena disk data dan paritas dapat ditulis secara paralel.
6. RAID level 5
RAID level 5 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved tersebar. Data dan paritas disebar pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapat kumpulan dari 5 disk, paritas blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) + 1; blok ke n dari empat disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut. Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk blok data pada disk yang sama, karena kegagalan sebuah disk akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Penyebaran paritas pada setiap disk ini menghindari penggunaan berlebihan dari sebuah paritas disk seperti pada RAID level 4.
RAID level 5 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved tersebar. Data dan paritas disebar pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapat kumpulan dari 5 disk, paritas blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) + 1; blok ke n dari empat disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut. Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk blok data pada disk yang sama, karena kegagalan sebuah disk akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Penyebaran paritas pada setiap disk ini menghindari penggunaan berlebihan dari sebuah paritas disk seperti pada RAID level 4.
7. RAID level 6
RAID level 6 disebut juga redundansi P+Q, seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus. RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data (Mean Time To Repair atau MTTR). Kerugiannya yaitu penalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua buah paritas blok.
RAID level 6 disebut juga redundansi P+Q, seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus. RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data (Mean Time To Repair atau MTTR). Kerugiannya yaitu penalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua buah paritas blok.
8. RAID level 0+1 dan 1+0
RAID level 0+1 dan 1+0 ini merupakan kombinasi dari RAID level 0 dan 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0+1, sekumpulan disk di-strip, kemudian strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain, menghasilkan strip-strip data yang sama.
RAID level 0+1 dan 1+0 ini merupakan kombinasi dari RAID level 0 dan 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0+1, sekumpulan disk di-strip, kemudian strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain, menghasilkan strip-strip data yang sama.
9. Kombinasi lainnya yaitu RAID
1+0, di mana disk-disk di-mirror secara berpasangan, dan kemudian hasil
pasangan mirrornya di-strip. RAID 1+0 ini mempunyai keuntungan lebih
dibandingkan dengan RAID 0+1. Sebagai contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID
0+1, seluruh strip-nya tidak dapat diakses, hanya sebagian strip saja yang
dapat diakses, sedangkan pada RAID 1+0, disk yang gagal tersebut tidak dapat
diakses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat diakses, yaitu disk-disk selain
dari disk yang gagal.
c) Memory Optikal
Media Memori Optik (penyimpanan optik)
adalah media penyimpanan data yang menyimpan data sebagai pola titik-titik yang
dapat dibaca dengan menggunakan cahaya laser. Data yang disimpan dalam medium
penyimpanan optik dibaca dengan memantulkan sinar laser terhadap permukaan
medium penyimpanan data. Bila memang sinar tersebut mengenai titik di mana data
disimpan, maka sinar tersebut akan dipantulkan kembali secara berbeda, untuk
memberitahukan bahwa di sana ada titik yang berisi data.
Ciri-ciri
Memori Optik :
a. Menggunakan laser untuk menulis dan membaca
data.
b. Dapat digunakan untuk menyimpan data yang
volumenya sangat besar.
c. Dapat membaca lebih cepat
d) Pita Magnetik
Pita magnetik adalah salah satu alat penyimpanan eksternal yang
menggunakan pita magnetik yang terbuat dari plastik.
1. Pita magnetik mempunyai
kecepatan putar sebesar 18,75-200 inchi per detik.
2. Data yang disimpan dalam magnetik tape
umumnya data yang tidak memerlukan perubahan atau untuk backup data.
3. Kecepatan baca atau
mencatat data pada pita tape tergantung model dan instruksinya, namun dapat
diperkirakan antara 15000 sampai 60000 bytes per detiknya.
4. Pita tape terbuat dari
bahan campuran plastik dan ferric oxide.
fingsi pita magnetic :
§ untuk media penyimpanan
§ untuk alat input/output
§ untuk merekam audio, video
peroses penyimpanannya :
Pada proses penyimpanan atau pembacaan data kepala pita (tape
head) harus menyentuh media, sehingga dapat mempercepat kinerja pita.
Data pada pita magnetik
direkam secara berurutan dengan menggunakan driver khusus untuk masing-masing
jenis pita magnetik. Karena perekaman dilakukan secara bersamaan, maka untuk
mengakses data yang kebetulan terletak di tengah, driver terpaksa harus memutar
gulungan pita, hingga head mencapai tempat data tersebut. Hal ini membutuhkan waktu
relatif lama
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Memori adalah
bagian dari komputer tempat program – program dan data – data
disimpan.
Bebarapa pakar komputer (terutama dari Inggris) menggunakan istilah store atau
storage untuk memori, meskipun kata storage sering digunakan
untuk menunjuk ke penyimpanan disket. Tanpa sebuah memori sebagai tempat untuk
mendapatkan informasi guna dibaca dan ditulis oleh prosesor maka tidak akan ada
komputer – komputer digital dengan system penyimpanan program.
Walaupun
konsepnya sederhana, memori komputer memiliki aneka ragam jenis,
teknologi,
organisasi, unjuk kerja dan harganya. Dalam bab ini akan dibahas mengenai
memori internal dan bab selanjutnya membahas memori eksternal. Perlu dijelaskan
sebelumnya perbedaan keduanya yang sebenarnya fungsinya sama untuk penyimpanan
program maupun data.
Memori
internal adalah memori yang dapat diakses langsung
oleh prosesor. Sebenarnya terdapat beberapa macam memori internal, yaitu
register yang terdapat di dalam prosesor, cache memori dan memori utama berada
di luar prosesor. Sedangkan memori eksternal adalah memori yang diakses
prosesor melalui piranti I/O, seperti disket dan hardisk.
0 komentar:
Posting Komentar